MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN
FOTO/GAMBAR DAN SKETSA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah “Pengembangan Media Dan Sumber Belajar PAI ”
Dosen Pembimbing:
Dr.Sukiman,M.Pd.

Disusun oleh:
1.
Dini
Fauziyati (13410035)
2.
Nafisah
Pradipta Rahmawati(13410039)
3.
Fathul
Hidayat (13410010)
Kelas: III E
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN
KALIJAGA YOGYAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Assalaamualaikum
wr.wb
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Gambar, Foto dan Sketsa” dengan baik.
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai media pembelajaran
dengan menggunakan gambar, foto dan sketsa, serta hal-hal yang berhubungan
dengan nya. Diharapkan makalah ini dapat
memberikan informasi dan bermanfaat kepada kita semua tentang media pembelajaran
mengggunakan gambar, foto dan sketsa sehingga membuka cakrawala kita sebagai
calon guru untuk lebih tahu dalam media pembelajaran baik pengetahuan maupun praktek. Penulis menyadari bahwa makalah
atau karya tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi
kesempurnaan karya tulis ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam penyusunan karya tulis ini.
Wassalaamualaikum wr.wb
Yogyakarta, September 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................ i
Daftar Isi................................................................................................. ii
BAB I: PENDAHULUAN.................................................................... 1
A.
Latar
Belakang............................................................................ 1
B.
Rumusan
Masalah....................................................................... 1
C.
Tujuan.......................................................................................... 1
BAB II: PEMBAHASAN...................................................................... 2
A.
Pengertian
Media Grafis............................................................. 2
B.
Gambar/Foto............................................................................... 2
C. Sketsa.......................................................................................... 5
D.
Prinsip-prinsip
penggunaan media PAI....................................... 7
BAB III: PENUTUP.............................................................................. 9
A.
Kesimpulan.................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA....................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin pesat, membawa
pengaruh disemua bidang salah
satunya bidang pendidikan. Penerapan teknologi canggih yang kita kenal sebagai
teknologi pendidikan. Kaitannya dengan hal tersebut dalam makalah ini akan
dipaparkan mengenai foto, gambar dan sketsa. Akan pentingnya dalam menunjang
pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi, khususnya di pendidikan agama
Islam itu sendiri.
Ilmu terapan tersebut diharapkan
dapat merupakan sumber pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk memperbesar
kemampuan kita untuk menerapkan teknologi modern pada penyelenggaraan dan
pengembangan media pembelajaran maupun pengembangan pendidikan secara umum bagi
para peserta didik di negeri kita.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa definisi media grafis?
2. Bagaimana jenis media pembelajaran dalam bentuk foto dan gambar?
3. Bagaimana jenis media pembelajaran dalam bentuk sketsa?
4. Bagaimana prinsip-prinsip penggunaan media dalam pembelajaran PAI ?
C.
Tujuan
1. Mengetahui definisi media grafis.
2. Memahami jenis media pembelajaran dalam bentuk foto dan gambar.
3. Memahami jenis media pembelajaran dalam bentuk sketsa.
4. Memahami prinsip-prinsip penggunaan media dalam pembelajaran PAI.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Media grafis
Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya
media lainnya, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke
penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang
akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan
dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus grafis
berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan
atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan jika
tidak digrafiskan. Selain sederhana dan mudah pembuatannya, media grafis
termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya.
Dibawah ini akan disajikan beberapa jenis media
pembelajaran yang termasuk pada media grafis:
1. Gambar/
foto
2. Sketsa
B. Gambar/foto
a)
Pengertian
Dalam kamus besar bahasa Indonesia foto /fo·to/ n 1 potret:
-- nya dimuat di dl surat kabar; 2 ki gambaran; bayangan;
pantulan: ragam ilmiah seakan-akan -- kegiatan pikiran; -- finis
alat perekam gambar yg ditempatkan pd sisi tertentu yg mengarah ke garis
finis; -- jarak jauh
telefoto; -- licin Kom
foto yg dicetak berkilat agar menghasilkan reproduksi yg lebih tajam untuk
siaran pers; berfoto /ber·fo·to/ v bergambar; berpotret: kami
~ di tepi danau itu.[1]
Gambar adalah media dua dimensi,
Gambar adalah medium yang ‘diam’, Gambar menekankan gagasan pokok dan impresi,
Gambar memberi kesempatan untuk diamati rincinya secara individual, Gambar dapat menyajikan berbagai materi
pelajaran. Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto
ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu
yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realitas. Foto ini dapat
mengatasi ruang dan waktu.
Gambar/foto adalah media yang paling
umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan
dinikmati dimana-mana. Oleh karena itu ada pepatah Cina yang mengatakan bahwa
sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu kata.[2]
Dibawah ini salah satu contoh
foto/gambar dalam media pembelajaran PAI khususnya,
b) Kelebihan-Kelebihan:
v Memberikan
tampilan yang sifatnya kongkret: gambar atau foto lebih realistis menunjukkan
pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata
v Gambar
dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, obyek atau
peristiwa dapat dibawa ke kelas. Candi Borobudur atau rumah tanah toraja dapat
disajikan di depan kelas lewat gambar
maupun foto. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, kemarin, atau
bahkan beberapa detik yang lalu kadang-kadang tak dapat kita lihat seperti apa
adanya , misalnya gedung WTC di New York beberapa detik sebelum ditabrak
pesawat terbang oleh para teroris. Gambar atau foto amat bermanfaat dalam hal
ini.
v Media
gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang
daun yang tak mungkin kita lihat dengan kasat mata dapat disajikan dengan jelas
dalam bentuk gambar atau foto.
v Dapat
memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa
saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
v Murah
harganya dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan
khusus.
c) Kelemahan-Kelemahannya:
Ø Gambar/foto
hanya menekankan persepsi indra mata.
Ø Gambar/foto
benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
Ø Ukurannya
sangat terbatas untuk kelompok besar.[3]
d) Syarat-Syarat
Penggunaan Media Gambar/ Foto:
1. Harus
otentik. Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti kalau
orang melihat benda sebenarnya.
2. Sederhana.Komposisinya
cukup jelas, menunjukkan hal-hal pokok dalam gambar.
3. Ukuran
relatif. Gambar/foto dapat membesarkan dan memperkecil objek atau benda
sebenarnya. Apabila gambar/ foto tersebut tentang benda atau objek yang belum
dikenal atau perlu dilihat peserta didik sulit membayangkan berapa besar benda
atau objek tersebut. Untuk itu baiklah disertakan objek lain yang sudah dikenal
sebagai pembanding. Bagi yang belum pernah melihat surga tentu sulit
membayangka betapa indahnya surga itu. Dengan pertolongan gambar pesan tersebut
semakin jelas.
4. Gambar
atau foto sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan. Gambar yang baik tidak
menunjukkan objek dalam keadaan diam tetapi memperlihatkan aktivitas tertentu.
5. Gambar
yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Walaupun dari
segi mutu kurang, gambar/foto karya peserta didik sendiri seringkali lebh baik.
6. Tidak
setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang
baik,gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai.
C. Sketsa
a)
Pengertian
Sketsa
/sket·sa/ /skétsa/ n 1 lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya); 2
gambar rancangan; rengrengan; denah; bagan; 3 pelukisan dng kata-kata
mengenai suatu hal secara garis besar; tulisan singkat; ikhtisar ringkas; 4
adegan pendek pd suatu pertunjukan drama; mensketsa /men·sket·sa/ v
1 membuat lukisan cepat; 2 membuat gambar rancangan.[4]
Sketsa
adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian
pokoknya tanpa detail. Membuat flipchar
yang baik dan menarik diperlukan variasi
penyajian, tidak hanya berisi teks namun diperkaya dengan foto atau gambar yang
relevan dengan materi dan tujuan. Draf kasar yang dimaksud disini adalah sketsa
yang langsung dibuatkan dilembar-lembar kertas flipchart menggunaan
pensil yang dapat dihapus jika sudah selesai dibuat. Membuat draf kasar perlu
dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan dalam pembuatan serta pengaturan letak
yang baik, selain itu diperlukan juga untuk memudahkan pewarnaan.[5]
Karena
setiap orang yang normal dapat diajar menggambar, maka setiap guru yang baik
haruslah dapat menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk sketsa. Sketsa, selain
dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas
penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat
langsung oleh guru.
Seorang guru
bisa saja menerangkan proses perkembangan kupu-kupu secara lisan/verbal. Kalau
mau jelas tentu saja menunjukan benda-benda sebenarnya: kupu-kupu, telornya,
ulat, kepompong serta proses itu sendiri. Atau kalau itu tak mungkin bisa dengan menunjukkan
gambar/fotonya. Tetapi itu memerlukan waktu dan biaya. Sketsa yang dibuat
secara tepat dan cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan
tersebut.[6]
Seorang
guru bisa saja menerangkan cara shalat fardhu yang dikenal dengan “praktek
ibadah”, melalui sketsa. Salah satu contohnya
yakni :
Sketsa
ini menjelaskan bagaimana cara wudhu yang baik dan benar, namun dalam contoh
ini menggunakan bahasa Inggris, dan untuk penjelasannya dari guru kepada anak
didik bisa menyesuaikan bahasa sesuai kemampuan anak didik dalam memahaminya.
b) Kelebihan
Sketsa
ó Sifatnya
kongkrit.
ó Dapat mengatasi
ruang dan waktu.
ó Dapat mengatasi
pengamatan mata.
ó Dapat menjelaskan
masalah.
ó Murah dan
mudah
c) Kelemahan
Sketsa
Ø Hanya menekankan
persepsi indera mata.
Ø Jika
bendanya/gerakannya kompleks kurang efektif untuk pembelajaran.
Ø Ukurannya sangat
terbatas untuk kelompok besar.
d) Syarat-syarat
Penggunaan Sketsa
ü Menggambar
sketsa pada dasarnya menarik garis dengan tangan bebas tanpa di bantu pengaris.
ü Kualitas
garis harus diperhatikan sesuai dengan karakter dan jenis gambar yang
disajukan.
ü Kualitas
gambar yang dibuat dengan pensil ditentukan oleh tingkat kehitaman garis dan
lebar garis.
ü Semua
garis harus diakhiri dan dimulai dengan tegas dan harus mempunyai kaitan dengan
logis dengan garis lainnya.
D.
Prinsip-prinsip
Penggunaan Media dalam Pembelajaran PAI
Apabila umat
Islam mau mempelajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak zaman silam sampai sekarang,
tentunya para pendidik itu telah mempergunakan media pendidikan Islam yang
bermacam-macam, walaupun diakui media yang digunakan ada kekurangannya. Oleh
karena itu, media pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur’an dan as-sunnah,
tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan as-sunnah. Prinsip-prinsip yang
dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan manusia
di dunia yaitu:[7][11]
Sabda Rasul
yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persuli,
berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau
memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri
darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan
kamu”. ( Al-Hadits ).
Dari hadits
di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk
kesejahteraan hidup manusia, yang termasuk didalamnya penyelenggaraan media pendidikan
Islam harus mendasarkan kepada dua prinsip, yaitu:
1.
Memudahkan dan tidak mempersulit.
2.
Menggembirakan dan tidak menyusahkan.[8]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari paparan atau penjelasan di atas, maka pemakalah dapat menyimpulkan bahwa
gambar/foto dan sketsa adalah suatu alat untuk memudahkan proses belajar siswa
dalam memahami pesan yang disampaikan oleh guru. Sehingga gambar/foto dan
sketsa tersebut dapat memberi rangsangan terhadap pikiran siswa, perasaan,
perhatian, sehingga terjadi proses belajar yang berhasil dan efisien.
Penggunaan media pembelajaran PAI tidak boleh
bertentangan dengan Al-Qur’an dan as-sunnah. Sabda Rasul yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persuli,
berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau
memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri
darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan
kamu”. ( Al-Hadits ).
Dari hadits
di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk
kesejahteraan hidup manusia, yang termasuk didalamnya penyelenggaraan media
pendidikan Islam harus mendasarkan kepada dua prinsip, yaitu:
1.
Memudahkan dan tidak mempersulit.
2.
Menggembirakan dan tidak menyusahkan.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Kustandi,.dkk
.2013.Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: ghalia
Indonesia.
Nursalim,
Mochamad .2013.PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN
KONSELING.Jakarta:
Akademia.
S.
Sadiman, Arif. 1986.MEDIA PENDIDIKAN. Jakarta: Rajawali.
Sumber Internet:
UuASD34HQCw&usg=AFQjCNGbhAb0XctJ807Lzvtnab-YvapJNw&sig2=kBc-x9AoXGiSQdP8JIzCwA&bvm=bv.75775273,d.c2E
[1] http://kbbi.web.id/foto
[2]
http://www.slideshare.net/mukhamadsulistiono/ppt-makalah-29772904
[3]
Kustandi, Cecep dan
Bambang Sutjipto. Media Pembelajaran Manual dan Digital. (Bogor: ghalia
Indonesia. 2013).hlm 41-42.
[4]
http://kbbi.web.id/sketsa
[5] Mochamad Nursalim, PENGEMBANGAN
MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING.(Jakarta: Akademia,2013).hlm.66.
[6] Arif S. Sadiman, MEDIA
PENDIDIKAN.( Jakarta: Rajawali, 1986).hlm.33.
[8]http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&uact=8&ved=0CFEQFjAG&url=http%3A%2F%2Fnengberbagi.blogspot.com%2F2013%2F11%2Faplikasi-media-dalam-pembelajaran-pai.html&ei=Cu4gVJeZIY-UuASD34HQCw&usg=AFQjCNGbhAb0XctJ807Lzvtnab-YvapJNw&sig2=kBc-x9AoXGiSQdP8JIzCwA&bvm=bv.75775273,d.c2E
Tidak ada komentar:
Posting Komentar